Maluku Utara dikenal dengan keindahan alamnya, budaya yang kaya, dan tradisi masyarakat yang masih terjaga. Namun, di balik itu, terdapat sosok inspiratif yang berhasil menorehkan prestasi gemilang di bidang kerajinan tangan, yaitu Dewi Aziz dan suaminya Aziz. Pasangan ini tidak hanya membangun usaha kerajinan dari nol, tetapi juga memberdayakan warga sekitar serta memperkenalkan hasil karya Maluku Utara ke tingkat nasional dan internasional.
Dewi Aziz lahir di Ternate, Maluku Utara. Sejak kecil, ia telah terbiasa melihat orang tuanya membuat berbagai kerajinan menggunakan bahan-bahan alam seperti daun lontar, kayu, dan kain tenun tradisional. Semangat berwirausaha tumbuh bersama Dewi ketika ia menikah dengan Aziz, seorang pemuda kreatif asal Halmahera yang juga gemar membuat kerajinan khas Maluku Utara.
Memiliki mimpi besar memperkenalkan kekayaan budaya Maluku Utara, Dewi dan Aziz mulai merintis Aziz Kerajinan pada tahun 2011. Modal awal mereka adalah keahlian, tekad kuat, dan pinjaman kecil dari koperasi desa. Meski awalnya berjualan hanya pada pasar-pasar lokal dan pameran kecil, mereka tidak pernah menyerah untuk mengembangkan bisnis.
Aziz Kerajinan fokus pada pembuatan barang-barang unik yang mencerminkan tradisi Maluku Utara, seperti anyaman dari daun lontar, aksesori dari mutiara, dan ukiran kayu sagu. Setiap produk memiliki cerita dan filosofi budaya tersendiri. Dewi bertanggung jawab pada desain dan pemasaran, sedangkan Aziz lebih banyak fokus pada proses produksi dan pelatihan tenaga kerja.
Salah satu keunikan usaha Dewi Aziz dan Aziz, adalah upaya mereka untuk mengajak warga sekitar, terutama ibu-ibu rumah tangga dan pemuda desa, bergabung dalam produksi. Mereka menyediakan pelatihan gratis, membuka lapangan pekerjaan, dan membina para pengrajin agar terus belajar memperbaiki kualitas produk.
“Kami bukan hanya ingin berjualan, tapi ingin memberdayakan, ingin orang-orang di desa kami memiliki kebanggaan dan penghasilan,” ujar Dewi Aziz.
Lewat Aziz Kerajinan, kini lebih dari 40 orang dari beberapa desa di Maluku Utara mendapat pendapatan tambahan. Mereka juga aktif mengikuti pameran, pelatihan digital marketing, hingga workshop desain, sehingga mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar.
Membangun usaha kerajinan di daerah tidaklah mudah. Dewi dan Aziz menghadapi berbagai tantangan, seperti sulitnya akses bahan baku berkualitas, terbatasnya sumber daya manusia terampil, dan kendala pengiriman ke luar Maluku Utara. Namun, melalui kerja keras dan jaringan yang luas, mereka berhasil mengatasinya dengan berbagai solusi inovatif:
Berkat konsistensi dan semangat inovasi, produk Aziz Kerajinan mulai dikenal luas. Pada tahun 2018, Dewi dan Aziz meraih penghargaan “Pengrajin Inspiratif Maluku Utara” dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan provinsi. Selain itu, produk mereka telah hadir di berbagai acara nasional, seperti Festival Nasional Kerajinan Indonesia dan bahkan beberapa pameran di luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia.
Pemasaran produk tidak lagi terbatas pada pasar tradisional. Lewat strategi digital marketing yang dilakukan Dewi, Aziz Kerajinan memiliki toko online dan akun media sosial aktif. Banyak pelanggan dari Jakarta, Surabaya, bahkan luar negeri yang tertarik dengan produk unik khas Maluku Utara.
Dewi dan Aziz juga sangat peduli soal keberlanjutan lingkungan. Semua produk dirancang menggunakan bahan ramah lingkungan dan diolah secara bertanggung jawab. Mereka menanam pohon pengganti untuk setiap bahan baku yang digunakan, serta melakukan edukasi tentang pentingnya pelestarian alam kepada para pengrajin muda.
Sebagai hasil, bisnis mereka tidak hanya sukses secara ekonomi, namun juga membantu desa-desa di Maluku Utara menjadi lebih hijau dan mandiri secara sosial.
Kisah Dewi Aziz dan Aziz bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang mimpi, nilai-nilai keluarga, dan komitmen pemberdayaan. Dewi sendiri sering menjadi pembicara di berbagai seminar, sekolah, dan komunitas pemuda kreatif di Maluku Utara.
“Jangan takut memulai, jangan takut bermimpi besar. Kerajinan tradisional bisa menjadi sumber inspirasi dan penghasilan jika dikelola dengan benar,” pesan Dewi kepada generasi muda.
Dewi dan Aziz berencana memperluas Aziz Kerajinan dengan membuka workshop dan galeri di Ternate, serta mengembangkan lini produk berbasis teknologi seperti kerajinan digital dan merchandise. Mereka juga berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat, agar semakin banyak orang yang dapat berpartisipasi dalam usaha kerajinan.
Kisah Dewi Aziz dan Aziz Kerajinan membuktikan bahwa kreativitas, kerja keras, dan kepedulian sosial dapat membawa perubahan besar. Dari sebuah desa kecil di Maluku Utara, mereka mampu memperkenalkan keindahan budaya lokal ke dunia luar, sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak orang. Semoga kisah mereka terus memotivasi generasi muda, serta membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Maluku Utara dan Indonesia.