Basri Cake House adalah salah satu usaha kuliner yang kini cukup dikenal di Maluku Utara, terutama di Kota Ternate. Nama besar toko kue ini tidak lepas dari sosok Ramli Basri, pendirinya, yang memiliki kisah perjuangan panjang hingga sampai di puncak kesuksesan. Melalui kisah hidupnya, kita dapat mengambil banyak pelajaran tentang ketekunan, kreativitas, dan kegigihan dalam membangun usaha dari nol.
Ramli Basri bukan berasal dari keluarga yang berkecukupan. Ia lahir dan besar di sebuah desa kecil di Halmahera Selatan. Sejak kecil, Ramli sudah terbiasa membantu orang tuanya menjalankan usaha kecil-kecilan, seperti menjual kue tradisional di pasar pagi. Dari sinilah benih kecintaannya pada dunia kuliner mulai tumbuh.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, Ramli mencoba peruntungannya dengan merantau ke Ternate. Modal utamanya saat itu hanya keterampilan membuat kue dari ibunya, keinginan kuat untuk sukses, dan sedikit tabungan hasil kerja serabutan. Di kota rantau, ia sempat menjadi karyawan toko kue, di mana ia memperdalam ilmunya tentang berbagai resep kue modern dan teknik pemasaran sederhana.
Pada tahun 2010, Ramli memutuskan untuk membuka usahanya sendiri dengan nama Basri Cake House, bermodalkan uang tabungan Rp2.500.000. Ia menyewa kios kecil di pinggir jalan dan memulai semuanya sendirian, mulai dari belanja bahan baku, menyiapkan adonan, memanggang, hingga melayani pembeli. Di hari-hari pertamanya, ia hanya mampu membuat beberapa loyang kue bolu dan brownies.
Ternyata, rasa kue buatannya yang enak berhasil menarik pelanggan. Pelan tapi pasti, Basri Cake House mulai dikenal warga setempat. Ramli konsisten menjaga kualitas dan kebersihan produknya. Ia juga tak segan menerima masukan pelanggan sehingga setiap resepnya bisa terus disempurnakan.
Usaha kecil Ramli tidak luput dari tantangan besar, salah satunya adalah pesaing yang semakin banyak bermunculan. Namun, Ramli tidak patah semangat. Ia mulai berinovasi dengan menciptakan berbagai varian baru kue khas Maluku Utara, misalnya kue lampet dan bagea modifikasi, serta menghadirkan kue-kue kekinian seperti choux, mille crepes, dan kue tart ulang tahun custom. Ia juga mulai belajar memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya.
Salah satu inovasi Ramli yang cukup fenomenal adalah “Kue Kacang Kenari”, yang mengambil bahan lokal utama dari Maluku Utara. Kue ini menjadi identitas Basri Cake House dan diminati banyak orang, bahkan sering dijadikan oleh-oleh khas daerah bagi wisatawan yang datang ke Ternate.
Pesanan yang semakin banyak membuat Ramli mulai merekrut karyawan, sebagian besar adalah pemuda-pemudi lokal yang membutuhkan pekerjaan. Untuk menjaga kualitas, ia mengadakan pelatihan pembuatan kue secara rutin. Tidak hanya itu, Ramli juga bekerja sama dengan petani-petani lokal untuk memastikan pasokan bahan baku seperti kacang kenari dan gula aren.
Kepedulian Ramli terhadap lingkungan sekitar membuat Basri Cake House tumbuh menjadi lebih dari sekedar toko kue. Ia kerap terlibat dalam kegiatan sosial, seperti membagikan kue gratis di hari-hari besar dan mendukung program UMKM setempat. Ramli juga aktif memberikan motivasi kepada generasi muda agar berani berwirausaha.
Berkat dedikasi dan kerja kerasnya, Basri Cake House kini telah berkembang menjadi salah satu toko kue terbesar di Ternate, bahkan telah memiliki beberapa cabang di kota-kota lain di Maluku Utara. Aneka produk Basri Cake House kini bisa ditemukan di berbagai acara penting daerah, bahkan telah mampu memasarkan produknya melalui toko online dan platform daring.
Beberapa pencapaian Basri Cake House di antaranya:
Dalam berbagai kesempatan, Ramli Basri selalu menekankan pentingnya kerja keras, kejujuran, dan pantang menyerah. Ia percaya bahwa setiap usaha yang dijalani dengan penuh dedikasi akan membuahkan hasil, meski harus melalui banyak rintangan. Ia juga selalu mengingatkan untuk terus berinovasi dan tak takut mencoba hal-hal baru.
“Jangan pernah takut memulai dari bawah. Bila kita sungguh-sungguh dan ikhlas, Insya Allah akan ada jalan. Terus belajar, terus berinovasi, dan jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti.”
— Ramli Basri
Kisah Ramli Basri dan Basri Cake House adalah bukti nyata bahwa siapa pun bisa sukses sepanjang mau belajar, bekerja keras, serta tidak menyerah pada keadaan. Dari sebuah kios kecil di pinggir jalan, kini Basri Cake House menjadi nama besar yang menginspirasi banyak pelaku UMKM di Maluku Utara. Semoga perjalanan inspiratif ini bisa menjadi motivasi bagi siapa saja yang ingin memulai usaha, khususnya di bidang kuliner.