Provinsi Maluku Utara dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan budaya dan kuliner yang beragam. Salah satu kisah inspiratif yang tumbuh dari daerah ini adalah perjalanan sukses seorang pengusaha rumahan, Ramli Basri, pendiri Basri Kue Kering. Bagaimana usaha yang dimulai dari rumah sederhana bisa berkembang menjadi bisnis yang dikenal luas? Kisah Ramli Basri bukan sekadar tentang kue kering, tetapi juga tentang kegigihan, inovasi, dan semangat untuk membangun ekonomi lokal.
Ramli Basri lahir dan besar di Kota Ternate, Maluku Utara. Sejak kecil, ia telah membantu ibunya membuat kue-kue tradisional untuk dijual di pasar. Kebiasaan dan keterampilan itu menjadi modal utama ketika ia memutuskan untuk memulai usaha sendiri pada tahun 2014.
Awalnya, Ramli hanya membuat kue kering untuk tetangga dan teman-temannya di sekitar rumah. Dengan modal seadanya, ia membeli bahan-bahan seperti tepung, gula, dan mentega, lalu memproduksi kue kering dengan resep turun temurun keluarganya. Ramli sangat memperhatikan kualitas dan kebersihan produk, sehingga pelanggannya pun semakin banyak.
Nama Basri Kue Kering dipilih sebagai penghormatan kepada keluarga dan tradisi Maluku Utara. Seiring waktu, merek ini menjadi identitas Ramli dalam berbisnis. Produk kue kering yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari kue putri salju, nastar, kastengel, hingga kue tradisional seperti kue sagu lempeng dan kue kenari Maluku.
Ramli tidak sekadar menjual kue, namun juga mengedepankan nilai lokal dalam setiap produknya. Ia mulai memanfaatkan bahan baku lokal seperti kenari, pala, dan rempah-rempah, sehingga memberikan cita rasa khas Maluku Utara. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Ternate membawa pulang Basri Kue Kering sebagai oleh-oleh.
Membangun usaha di daerah seperti Maluku Utara memiliki tantangan tersendiri. Salah satu kendala utama adalah distribusi bahan baku dan pemasaran. Ramli sering kali kesulitan mendapatkan bahan berkualitas karena akses ke supplier yang terbatas. Namun, ia tidak menyerah. Ramli melakukan riset supplier lokal dan membangun jaringan mitra petani, sehingga membantu perekonomian masyarakat sekitar.
Tidak hanya itu, pemasaran juga menjadi kendala. Di awal usahanya, Ramli hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Setelah mengetahui potensi internet, ia mulai memanfaatkan media sosial dan marketplace lokal. Produk Basri Kue Kering kini dapat dipesan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Salah satu kunci sukses Basri Kue Kering adalah inovasi. Ramli tidak takut mencoba hal baru. Ia sering bereksperimen dengan resep dan bentuk kue, serta menghadirkan varian rasa terbaru seperti kue kenari dengan pala, kue sagu dengan kelapa, dan cookies berbahan kenari Maluku. Semua produk dikemas menarik agar mudah dipasarkan.
Selain itu, Ramli mengikuti banyak pelatihan UMKM yang diselenggarakan pemerintah dan organisasi lokal. Pelatihan ini sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan tentang bisnis, pemasaran, serta pengelolaan keuangan. Ramli juga membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk bergabung sebagai mitra atau karyawan, sehingga memberdayakan ekonomi lokal.
Di era digital, Basri Kue Kering semakin berkembang pesat. Ramli memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan produknya. Ia juga bergabung dengan komunitas pengusaha kuliner lokal dan nasional, sehingga mendapatkan jaringan pembeli dan mitra bisnis.
Bahkan, dengan adanya marketplace seperti Tokopedia dan Shopee, produk Basri Kue Kering bisa dijangkau oleh pelanggan di seluruh Indonesia. Usaha rumahan yang dulunya hanya melayani pesanan lokal kini telah bertransformasi menjadi bisnis yang mendunia. Berkat strategi pemasaran online, omset Basri Kue Kering meningkat setiap bulan, terutama di momen Lebaran dan Natal.
Ramli Basri mendapat banyak penghargaan, baik dari pemerintah daerah maupun komunitas UMKM nasional. Pada tahun 2019, Basri Kue Kering meraih penghargaan sebagai “UMKM Inspiratif Maluku Utara” dan diundang mengikuti pameran produk lokal di Jakarta.
Selain itu, Ramli aktif membagikan ilmu kepada pelaku usaha lain melalui seminar dan pelatihan. Ia sering menjadi motivator bagi pengusaha muda di Maluku Utara, dengan harapan semakin banyak UMKM lokal yang mampu berkembang.
Salah satu kontribusi besar Ramli Basri adalah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Ia mempekerjakan ibu-ibu rumah tangga untuk membantu produksi dan pengemasan kue. Selain upah yang layak, Ramli juga memberikan pelatihan agar pekerjanya bisa membuat kue dengan standar kualitas tinggi.
Ramli juga membangun kemitraan dengan petani kenari dan kelapa, membeli produk mereka dengan harga yang adil sehingga perekonomian lokal terus berkembang. Ada pula program CSR, di mana Basri Kue Kering rutin menyediakan paket kue gratis untuk anak-anak yatim dan acara sosial lainnya di Ternate.
Meski telah mencapai banyak keberhasilan, Ramli Basri masih memiliki impian besar. Ia berencana membuka outlet Basri Kue Kering di seluruh Maluku Utara, serta mengembangkan jaringan penjualan sampai ke luar negeri. Ramli juga ingin Basri Kue Kering menjadi salah satu ikon oleh-oleh Maluku Utara yang dikenal di seluruh Indonesia.
Tidak hanya itu, Ramli berkomitmen untuk terus berinovasi dengan menciptakan produk baru serta memberikan pelatihan bisnis bagi pengusaha muda di daerahnya. Ia ingin agar kisah sukses Basri Kue Kering mampu menginspirasi banyak orang untuk memulai usaha dari lingkungan sendiri, dengan memanfaatkan potensi lokal.
Kisah sukses Ramli Basri dan Basri Kue Kering menunjukkan bahwa semangat, inovasi, serta pemanfaatan potensi lokal dapat membawa perubahan besar dalam dunia usaha. Dari dapur sederhana di Ternate, kini Basri Kue Kering telah menjadi merek kebanggaan Maluku Utara. Ramli membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk meraih impian dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan dedikasi dan kemauan belajar, siapa pun bisa mengubah bisnis kecil menjadi usaha yang berkembang. Kisah Ramli Basri adalah inspirasi bagi seluruh pelaku UMKM di Indonesia, khususnya di Maluku Utara. Semoga Basri Kue Kering terus tumbuh dan menjadi kebanggaan kuliner Nusantara.