Ratna Basri bukanlah berasal dari keluarga pengusaha. Lahir dan besar di Ternate, ia melihat kesulitan ekonomi keluarganya sejak kecil. Tapi semangat belajar dan keinginan untuk mandiri terus membara dalam dirinya. Setelah mengikuti berbagai pelatihan kewirausahaan yang diadakan Dinas Koperasi dan UKM, Ratna mulai berpikir untuk menciptakan peluang usaha sendiri. Maka tercetuslah ide sederhana: membuat keripik dengan bahan lokal khas Maluku Utara.
Usaha Basri Keripik bermula dari dapur kecil di rumah Ratna pada tahun 2014. Dengan modal terbatas, ia mencoba berbagai resep keripik dari singkong, pisang, dan ubi. Ia mengutamakan kualitas bahan dan mengolah semua produk secara higienis. Ratna membagikan sampel keripik ke tetangga dan teman-teman, serta aktif memasarkan lewat media sosial seperti Facebook dan Instagram.
Sambutan positif pun berdatangan, dan permintaan mulai meningkat. Ratna kemudian memberanikan diri menitipkan produk di warung dan toko oleh-oleh Ternate dan Sofifi. Dalam waktu satu tahun, Basri Keripik dikenal sebagai keripik lokal unggulan Maluku Utara, dengan cita rasa unik dan harga terjangkau.
Perjalanan Ratna tidak selalu mulus. Ia menghadapi tantangan produksi, seperti keterbatasan alat penggorengan dan packaging. Ketersediaan bahan baku kadang sulit akibat musim, juga persaingan dengan produk luar daerah yang masuk ke Maluku Utara. Selain itu, minimnya pengetahuan tentang pemasaran digital menjadi kendala perkembangan usaha.
Namun Ratna tidak menyerah. Ia mengikuti pelatihan digital marketing dan bisnis UMKM agar bisa memperluas jaringan pemasaran. Dengan semangat dan tekad, ia berinovasi dalam nutrisi, kemasan produk, serta branding dengan memperkuat identitas Basri Keripik sebagai keripik asli Maluku Utara.
Berkat kerja keras dan inovasi, Basri Keripik kini telah mempekerjakan lebih dari 10 orang, mayoritas ibu-ibu setempat yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap. Produk Basri Keripik tidak hanya dijual di Maluku Utara, tetapi juga merambah ke berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar melalui penjualan online dan mitra reseller.
Basri Keripik memiliki varian rasa, di antaranya keripik singkong balado, keripik pisang keju, dan keripik ubi pedas. Kemasan modern berlabel halal dan terdaftar di BPOM menambah kepercayaan konsumen. Produk ini menjadi oleh-oleh favorit wisatawan yang berkunjung ke Maluku Utara.
Ratna Basri percaya bahwa kesuksesan Basri Keripik adalah buah dari konsistensi, inovasi, dan kemauan belajar. Ia berprinsip bahwa setiap produk harus berasal dari bahan terbaik dan dibuat dengan hati. Ratna terus melakukan riset terkait tren makanan ringan dan mengadakan program demo masak bersama pelanggan serta influencer lokal.
Salah satu kunci keberhasilan adalah kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas UMKM. Melalui dukungan pelatihan dan pendampingan, Ratna dapat memasarkan produknya ke luar daerah, mengikuti pameran UMKM nasional, dan mendapat bantuan akses modal usaha.
Bagi Ratna Basri, Basri Keripik bukan sekadar bisnis pribadi. Ia ingin mengangkat ekonomi masyarakat, terutama ibu-ibu dan pemuda di sekitar wilayah Ternate. Melalui pelatihan kerja dan pemberdayaan tenaga lokal, Basri Keripik memberikan peluang pendapatan baru dan mengurangi tingkat pengangguran.
Ratna juga sering memberikan pelatihan gratis kepada pelaku UMKM baru yang ingin belajar produksi keripik atau mengembangkan usaha makanan ringan. Ia aktif dalam organisasi UMKM dan menjadi mentor bagi banyak wanita di Maluku Utara yang ingin memulai usaha sendiri.
Berkat dedikasi dan kinerja, Ratna Basri meraih berbagai penghargaan, seperti “UMKM Berprestasi Maluku Utara” dari Dinas Koperasi serta masuk nominasi “Pengusaha Wanita Inspiratif Indonesia” pada tahun 2022. Kisah Basri Keripik kerap diangkat oleh media lokal dan nasional sebagai inspirasi pengusaha UMKM.
Basri Keripik juga menjadi salah satu produk unggulan di festival kuliner Maluku Utara, kerap memenangkan kategori makanan ringan favorit dan inovasi packaging terbaik.
Kisah Ratna Basri memberikan motivasi bagi pelaku usaha lain di Maluku Utara bahwa membangun bisnis dari nol bukanlah hal mustahil. Ia membuktikan bahwa produk lokal bisa bersaing dengan produk luar, asalkan dikelola dengan baik dan disesuaikan dengan permintaan pasar. Ratna menekankan pentingnya membangun branding, menjaga kualitas, dan memanfaatkan media sosial untuk untuk memperluas jaringan pelanggan.
Selain itu, Ratna berpesan agar pelaku UMKM aktif berjejaring dan belajar teknologi pemasaran. Ia percaya bahwa kemajuan UMKM Maluku Utara akan semakin pesat bila didukung inovasi produk dan kerja sama komunitas.
Kini, Basri Keripik berambisi memperluas pemasaran hingga ke pasar internasional, mengembangkan produk gluten-free dan vegan sesuai tren konsumen. Ratna bersama tim terus melakukan riset pengembangan dan berharap dapat membuka outlet keripik di berbagai kota besar di Indonesia, serta membangun komunitas UMKM yang kuat di Maluku Utara.
Ia juga bercita-cita membuka pelatihan dan kursus kewirausahaan bagi anak muda, agar lebih banyak enterpreneur lokal yang lahir dari Maluku Utara.