Maluku Utara merupakan daerah kepulauan yang kaya akan potensi bahari, termasuk kuliner khas yang unik dan menggugah selera. Salah satu kuliner legendaris dari wilayah Tobelo di Halmahera Utara adalah ikan asar, yakni ikan yang diasap dengan cara tradisional sehingga menghasilkan rasa yang khas dan aroma yang menggoda. Namun di balik popularitas ikan asar, ada sosok inspiratif perempuan yang sukses mengangkat kuliner tradisional ini hingga dikenal di berbagai penjuru, yakni Sriani Tanjung.
Sriani Tanjung, seorang ibu rumah tangga asal Tobelo, memulai usahanya dengan modal sederhana dan semangat untuk memberdayakan keluarga serta masyarakat sekitar. Awalnya ia hanya membantu sang suami menjual hasil tangkapan ikan di pasar tradisional. Namun Sriani menyadari bahwa ikan segar yang mereka jual cepat membusuk, membutuhkan terobosan agar ikan tersebut bisa lebih awet sekaligus bernilai tambah.
Dari sinilah ide pengolahan ikan asar muncul. Ia mulai belajar teknik pengasapan ikan yang diwariskan turun-temurun di Tobelo. Proses ini sangat alami, menggunakan kayu lokal seperti kayu kelapa, sehingga menghasilkan rasa smoky yang otentik. Sriani pun mencoba menjual ikan asar di pasar, dan perlahan-lahan permintaan semakin meningkat dari pelanggan lokal maupun wisatawan.
Melihat potensi yang besar, Sriani tidak berhenti hanya pada penjualan di pasar. Ia mulai memperluas usaha dengan membangun dapur khusus pengasapan ikan di rumahnya. Selain itu, ia melatih ibu-ibu tetangga agar bisa turut membantu sekaligus memperoleh penghasilan tambahan. Sriani melakukan inovasi dalam pengemasan ikan asar, menggunakan kemasan vakum agar ikan lebih awet serta higienis saat dikirim ke luar daerah.
Usaha Sriani semakin berkembang setelah ia mengenalkan ikan asar via media sosial dan bekerja sama dengan pelaku pariwisata lokal. Banyak wisatawan yang berkunjung ke Halmahera Utara mulai menjadikan ikan asar sebagai oleh-oleh khas. Tak hanya di Maluku Utara, produk Sriani mulai dikirim ke Jakarta, Surabaya, Makassar, hingga ke luar negeri untuk WNI di Malaysia dan Singapura.
Ikan asar Tobelo biasanya dihidangkan dengan nasi, sambal dabu-dabu, atau sagu lempeng—paduan yang sempurna bagi pecinta kuliner Nusantara.
Ketekunan Sriani akhirnya mendapat pengakuan. Ia memperoleh beberapa penghargaan dari pemerintah setempat atas kontribusi dalam menjaga kuliner tradisional dan memberdayakan perempuan. Usaha ikan asar Tobelo miliknya juga menjadi inspirasi bagi UMKM di Maluku Utara.
Sriani sering diundang sebagai narasumber dalam acara pelatihan kewirausahaan, berbagi pengalaman bagaimana memanfaatkan kekayaan laut serta menjaga mutu makanan khas. Sriani menyoroti pentingnya pemasaran digital, inovasi pengemasan, dan kerjasama komunitas agar produk lokal bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Sriani adalah mengadaptasi produk agar bisa memasuki pasar modern. Ia belajar tentang standar kualitas pangan, pengemasan yang menarik, dan regulasi ekspedisi produk. Dengan semangat belajar, Sriani mampu meningkatkan mutu ikan asar sehingga lulus sertifikasi pangan, membuka peluang lebih luas untuk memasarkan produknya di supermarket, toko oleh-oleh, dan bahkan platform e-commerce.
Kini, ikan asar Tobelo hasil olahan Sriani tersedia secara online, memungkinkan pelanggan dari seluruh Indonesia untuk menikmati kuliner khas Maluku Utara. Sriani juga bertekad memperluas jangkauan pemasaran, seperti menjalin kerja sama dengan hotel, restoran, dan event pariwisata di Nusantara.
Kisah perjuangan Sriani Tanjung membuktikan bahwa usaha kecil pun bisa berkembang dan membawa perubahan besar bagi masyarakat jika dikelola dengan tekun dan inovatif. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang melestarikan budaya lokal, memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas produk daerah.
Dalam setiap kesempatan, Sriani selalu berpesan kepada ibu-ibu dan anak muda, “Jangan takut memulai, kunci utamanya hanya keuletan dan kejujuran. Bila kita menjaga kualitas dan pelayanan, pelanggan pasti akan datang kembali.”
Kisah sukses Sriani Tanjung dan ikan asar Tobelo merupakan cerminan kekuatan lokal yang bersaing di era modern. Melalui semangat, kerja keras, dan kolaborasi, produk tradisional Maluku Utara mampu menorehkan prestasi, bahkan menjadi kebanggaan nasional. Ikan asar kini tidak hanya jadi santapan lezat di Tobelo, tetapi juga membuka peluang ekonomi sekaligus memberdayakan masyarakat, utamanya perempuan.
Kisah ini menjadi inspirasi bagi semua, bahwa dalam setiap usaha dan inovasi lokal akan selalu ada potensi besar menunggu untuk dikembangkan. Selamat bagi Sriani Tanjung, dan semoga ikan asar Tobelo terus menjadi warisan kuliner Maluku Utara yang dikenal oleh dunia.