Maluku Utara, provinsi yang terkenal dengan kekayaan alam dan budaya, juga menyimpan kisah inspiratif dari dua tokoh pengusaha lokal yakni Jamal Mahmud dan Mahmud. Berkat tekad, inovasi, dan kerja keras mereka, “Mahmud Kue Kering” kini menjadi salah satu produk unggulan yang membanggakan warga Maluku Utara. Kisah dua sahabat ini mengajarkan arti pentingnya semangat wirausaha dan membuktikan bahwa asal-usul bukanlah halangan untuk meraih sukses.
Jamal Mahmud, seorang pria sederhana asal Ternate, memiliki cita-cita besar untuk membantu perekonomian keluarga. Mahmud, sahabat Jamal yang juga berasal dari Maluku Utara, dikenal sebagai pembuat kue rumahan yang lezat. Keduanya bertemu di sebuah acara komunitas UMKM setempat pada tahun 2012.
Diawali dari diskusi kecil, Jamal dan Mahmud menyadari potensi besar kue-kue khas Maluku Utara bila dipasarkan secara lebih luas. Keduanya bertekad bukan hanya menjual kue kering kepada tetangga, tetapi memperkenalkan cita rasa lokal ke seluruh Indonesia.
Modal utama Jamal dan Mahmud adalah semangat, tabungan pribadi, serta resep warisan dari keluarga Mahmud. Mulai dari dapur kecil di rumah Mahmud, mereka memproduksi aneka kue kering, seperti nastar, kastengel, putri salju, dan kue halua kenari khas Maluku Utara.
Tantangan terbesar yang mereka hadapi di awal adalah
Pada tahun 2014, Jamal dan Mahmud mulai memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan produk mereka, yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan offline. Mereka juga berkomitmen untuk menampilkan kemasan menarik, memanfaatkan motif batik Maluku Utara sebagai identitas merek.
Tidak hanya menjual produk konvensional, Jamal dan Mahmud berinovasi dengan membuat kue kering menggunakan bahan lokal seperti kenari, pala, dan sagu. Kue kering kenari dan sagu menjadi hits di pasaran, bahkan menarik perhatian pelanggan dari luar provinsi.
Usaha Jamal dan Mahmud tidak hanya berkembang secara lokal, tetapi juga menembus pasar nasional. Pada tahun 2017, produk Mahmud Kue Kering dipilih sebagai oleh-oleh wajib Maluku Utara pada event nasional seperti Sail Tidore dan Festival Teluk Jailolo.
Jamal Mahmud, sebagai sosok di balik pemasaran, sering diundang menjadi pembicara seminar UMKM dan kewirausahaan. Keduanya mendapat penghargaan dari Dinas Pariwisata Maluku Utara atas kontribusi meningkatkan ekonomi kreatif di daerah.
Pada tahun 2019, Mahmud Kue Kering berhasil masuk dalam katalog Wonderful Indonesia dan mendapat pesanan ekspor ke Singapura dan Malaysia.
Di samping bisnis, Jamal dan Mahmud aktif dalam kegiatan sosial. Mereka rutin memberikan pelatihan pembuatan kue bagi ibu-ibu di sekitar Ternate dan Tidore. Tidak sedikit lulusan pelatihan yang akhirnya mampu membuka usaha sendiri berkat ilmu yang didapat dari Jamal dan Mahmud.
Usaha mereka juga berkomitmen menggunakan bahan baku lokal dan membuka peluang kerja bagi masyarakat, sehingga Mahmud Kue Kering menjadi contoh UMKM berkelanjutan di Maluku Utara. Mereka terus menjaga kelestarian resep tradisional tanpa mengabaikan kebutuhan inovasi modern.
Sampai hari ini, Mahmud Kue Kering tetap eksis dan berkembang, bahkan telah mempekerjakan puluhan pekerja lokal. Mereka tengah merancang ekspansi ke bidang lain seperti kue basah dan minuman berbasis pala. Dengan semangat dan strategi yang sudah terbukti, Jamal Mahmud dan Mahmud optimistis produk mereka akan terus dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Kisah Jamal Mahmud dan Mahmud membuktikan bahwa usaha kecil bisa menjadi besar jika dikelola dengan tekad, inovasi, serta pemberdayaan masyarakat. Mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda Maluku Utara untuk berani bermimpi, berwirausaha, dan berkontribusi positif untuk daerahnya.
Kisah sukses Jamal Mahmud dan Mahmud bukan hanya tentang bisnis, tetapi tentang bagaimana nilai lokal, kerja sama, dan semangat saling mendukung bisa membawa perubahan yang signifikan. Mahmud Kue Kering kini dikenal tidak hanya sebagai produk kenari unggulan, melainkan simbol UMKM yang membawa nama baik Maluku Utara ke tingkat nasional dan internasional.
Kisah mereka adalah bukti nyata bahwa keberhasilan bisa diraih siapa saja yang mau bekerja keras, belajar, berinovasi, dan memiliki niat baik untuk lingkungan sekitar.