Setiap daerah pasti memiliki kisah inspiratif mengenai tokoh-tokoh yang berhasil meraih sukses melalui usaha keras dan dedikasi tinggi. Di Maluku Utara, kisah Ratna Saleh dan Saleh Kue Kering telah menjadi motivasi bagi banyak anak muda dan pelaku usaha mikro di wilayah tersebut. Dari usaha rumahan hingga menjadi produsen kue kering terkemuka, perjalanan mereka sarat inspirasi dan penuh pelajaran hidup.
Ratna Saleh adalah seorang ibu rumah tangga di Ternate, Maluku Utara, yang awalnya memproduksi kue kering hanya untuk konsumsi keluarga. Pada tahun 2007, Ratna mulai memperhatikan minat tetangga yang gemar mencicipi kue buatannya. Melihat peluang tersebut, ia memutuskan memasarkan kue kering secara kecil-kecilan di lingkungan sekitar rumah. Modal awalnya hanya beberapa ratus ribu rupiah dan peralatan dapur sederhana.
Tantangan pertama yang ia hadapi adalah keterbatasan dana dan pengetahuan bisnis. Ratna tidak pernah mengikuti pelatihan khusus mengenai usaha kue. Sumber informasinya berasal dari buku resep, pengalaman pribadi, dan diskusi dengan sesama ibu rumah tangga. Namun, keinginan kuat untuk membantu ekonomi keluarga membuat Ratna terus belajar dan mengembangkan resep kue kering khas Maluku Utara, seperti kue bagea, sagu lempeng, dan kue kenari.
Saleh adalah putra Ratna yang sejak kecil menyaksikan ibunya berjuang mengembangkan usaha kue kering. Setelah lulus SMA, Saleh memilih untuk membantu dan mengembangkan usaha ibunya dibanding melanjutkan pendidikan akademis. Saleh melihat potensi besar pada produk kue kering daerah, khususnya di tengah tren oleh-oleh khas Maluku Utara yang mulai berkembang.
Tidak ingin berhenti pada produksi kecil-kecilan, Saleh mulai melakukan inovasi dalam pengemasan dan pemasaran. Ia memanfaatkan media sosial untuk menjangkau pelanggan di luar Ternate. Saleh juga mengikuti pelatihan UMKM yang diadakan oleh Dinas Koperasi setempat, sehingga usahanya mendapat dukungan berupa peralatan baking dan pemasaran.
Perlahan, permintaan kue kering meningkat, tidak hanya dari warga lokal, tetapi juga dari wisatawan yang berkunjung ke Maluku Utara. Kapasitas produksi diperbesar dengan merekrut beberapa tenaga kerja baru, sehingga usaha keluarga berubah menjadi bisnis UMKM yang dikenal dengan brand “Saleh Kue Kering”.
Usaha kue kering Ratna dan Saleh mulai dikenal dan menerima banyak pesanan dari berbagai daerah di Indonesia Timur. Pada tahun 2016, Saleh Kue Kering mendapat penghargaan UMKM Berprestasi dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Produk mereka telah menjadi oleh-oleh wajib bagi para wisatawan yang datang ke Ternate, Tidore, dan Halmahera.
Salah satu kunci suksesnya adalah menjaga kualitas rasa dan konsistensi produk. Ratna tetap memegang peran utama dalam proses produksi kue, memastikan setiap batch sesuai standar khas Maluku Utara. Saleh bertanggung jawab pada distribusi dan pemasaran. Kombinasi kerja keras, komunikasi, dan inovasi menjadi kekuatan utama dalam perjalanan bisnis keluarga ini.
Dalam perjalanan mereka, banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari minimnya akses bahan baku, persaingan dengan produk luar daerah, hingga perubahan selera konsumen. Saleh menghadapi tantangan logistik dalam mengirim produk ke luar pulau, sementara Ratna berjuang menjaga kualitas di tengah kapasitas produksi yang terus bertambah.
Namun keluarga ini selalu melihat setiap tantangan sebagai peluang pembelajaran. Mereka aktif mengikuti pelatihan dan menjalin kemitraan dengan pelaku usaha lain. Saleh bahkan membentuk komunitas UMKM kue lokal untuk saling mendukung dan bertukar informasi. Inisiatif ini mendapat sambutan positif hingga kini.
Kisah Ratna Saleh dan Saleh Kue Kering menjadi bukti bahwa usaha kecil di daerah mampu berkembang dan bersaing jika dilakukan dengan tekad dan inovasi. Dedikasi Ratna sebagai ibu sekaligus wirausaha menunjukkan peran perempuan dalam membangun ekonomi keluarga. Saleh, mewakili generasi muda Maluku Utara, mengajarkan pentingnya adaptasi dan pemasaran kreatif di era digital.
Banyak anak muda di Maluku Utara yang kini terinspirasi untuk membangun usaha berbasis kearifan lokal. Usaha Saleh Kue Kering telah membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu di sekitarnya, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah pada pasar nasional.
Hingga tahun 2024, Saleh Kue Kering telah berkembang dengan berbagai varian produk baru, seperti kue bawang renyah, kue kenari gulung, dan kue sagu coklat. Penjualan telah menyasar konsumen di Jakarta, Surabaya, hingga pasar ekspor ke Malaysia dan Singapura melalui platform online.
Saleh dan Ratna tetap fokus pada pengembangan SDM lokal dan berkomitmen menjaga keaslian rasa kue khas Maluku Utara. Mereka membuktikan bahwa keberhasilan bisa diraih dengan tekad, inovasi, dan semangat berbagi kebaikan.
Kisah sukses Ratna Saleh dan Saleh Kue Kering di Maluku Utara adalah cerminan keteguhan hati dan kerja keras. Lewat usaha rumahan, mereka mampu membangun bisnis yang dikenal hingga nasional. Kisah ini menegaskan bahwa siapapun bisa meraih sukses jika memiliki kemauan, inovasi, dan konsistensi. Saleh Kue Kering menjadi bukti nyata, dari perjuangan sederhana menuju prestasi yang membanggakan bagi Maluku Utara dan Indonesia.