Kisah inspiratif datang dari Salma Saleh, seorang pengusaha muda asal Maluku Utara yang bersama suaminya, Saleh, berhasil membangun dan mengembangkan bisnis kue kering dengan merek Saleh Kue Kering. Berawal dari dapur rumah sederhana, usaha ini kini menjadi salah satu produsen kue kering terkemuka di wilayah Maluku Utara, bahkan mampu menembus pasar nasional dan meraih omzet puluhan juta rupiah per bulan.
Pada tahun 2016, Salma yang memiliki kecintaan terhadap dunia kuliner terutama kue-kue tradisional, mulai mencoba membuat kue kering untuk keluarganya saat bulan Ramadan. Hasil karyanya mendapat sambutan positif dari tetangga dan teman-temannya. Melihat potensi tersebut, Saleh pun mengajak Salma untuk mencoba memasarkan kue kering secara online melalui media sosial.
Modal awal mereka hanyalah peralatan dapur seadanya dan tabungan pribadi sebesar Rp2 juta. Saleh bertanggung jawab pada pemasaran, sementara Salma fokus pada produksi dan inovasi resep. Di tahun pertama, usaha ini berhasil mendapatkan pesanan dari berbagai kalangan, mulai dari tetangga, teman kantor Saleh, hingga pelanggan dari luar kota seperti Ternate dan Tobelo.
Salah satu kunci sukses Saleh Kue Kering adalah konsistensi dalam menjaga kualitas rasa dan kemasan yang menarik. Salma selalu berinovasi dengan memperkenalkan varian baru, seperti Nastar Coklat, Kastengel Keju Lokal, Putri Salju Rempah, hingga Kue Kenari, yang menjadi ciri khas Maluku Utara. Produk-produk tersebut diadaptasi dari resep tradisional lalu dikemas secara modern, sehingga menarik bagi generasi muda maupun pelanggan setia.
Saleh memanfaatkan platform media sosial, seperti Instagram dan Facebook, untuk mempromosikan produk. Selain itu, mereka rutin mengikuti bazar UMKM di Ternate dan Halmahera, yang semakin memperkenalkan Saleh Kue Kering ke khalayak luas. Tak lupa, Saleh dan Salma juga membangun kemitraan dengan toko oleh-oleh lokal sebagai distributor.
Perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mulus. Salma dan Saleh menghadapi tantangan seperti keterbatasan bahan baku, persaingan dari produsen kue kering lain, hingga kendala logistik di Maluku Utara yang belum semajuan di Jawa. Namun, dengan tekad dan kerja sama yang solid, mereka terus mencari solusi, misalnya dengan menggandeng petani lokal untuk mendukung pasokan bahan baku dan mengatur sistem pengiriman yang efisien.
Di masa pandemi, penjualan sempat menurun drastis. Namun, Saleh dan Salma tidak menyerah. Mereka memanfaatkan peluang dengan membuat konten kreatif mengenai proses pembuatan kue kering, edukasi tentang manfaat kue tradisional, serta mengadakan giveaway untuk menarik pelanggan baru. Langkah ini terbukti efektif membuat penjualan kembali meningkat.
Pada tahun 2022, Saleh Kue Kering mendapat penghargaan sebagai UMKM Inovatif Maluku Utara dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. Media lokal dan nasional mulai meliput usaha mereka, sehingga makin banyak pelanggan yang datang dari berbagai daerah lain, seperti Ambon, Makassar, dan Papua.
Salma juga diundang sebagai narasumber dalam pelatihan UMKM untuk membagikan pengalaman tentang kiat membangun bisnis kue kering. Kini mereka telah memiliki 12 karyawan tetap dari warga sekitar, sehingga turut membantu pemberdayaan ekonomi lokal.
Salma dan Saleh percaya bahwa keberhasilan bisnis haruslah membawa manfaat bagi banyak orang. Mereka aktif membina komunitas ibu-ibu di Maluku Utara melalui pelatihan produksi kue kering dan pengelolaan keuangan bisnis rumahan. Harapannya, semakin banyak pelaku UMKM yang mampu tumbuh bersama dan menebar inspirasi di Maluku Utara.
Saleh Kue Kering juga menjalankan program “Gerakan Kue untuk Anak-Anak” dengan berbagi kue kering ke panti asuhan setiap bulan. Ini merupakan komitmen mereka untuk berbagi dan menyebarkan kebaikan, sesuai semangat yang selalu dipegang sejak awal.
Kepada para pelaku usaha pemula, Salma selalu berpesan, "Jangan takut untuk memulai usaha meskipun terbatas modal. Kuncinya adalah konsistensi, berinovasi, dan tidak mudah putus asa." Salma dan Saleh berharap ke depan Saleh Kue Kering dapat terus berkembang, bersaing di pasar nasional, bahkan internasional, serta membawa nama baik Maluku Utara sebagai daerah penghasil kue kering berkualitas tinggi.
Kisah Salma Saleh dan Saleh Kue Kering membuktikan bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan ketekunan, setiap orang bisa meraih sukses dari usaha kecil di daerah. Mereka adalah contoh nyata bahwa UMKM lokal dapat tumbuh, berdaya saing, dan turut membawa perubahan positif bagi masyarakat sekitar. Semoga kisah inspiratif mereka memotivasi generasi muda Maluku Utara untuk berani berwirausaha dan membangun masa depan yang lebih cerah.